Minat Investasi Emas Digital Melonjak, ICDX Proyeksi Transaksi Capai 100 Juta Ton pada 2026
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Investor Muda Dorong Lonjakan Transaksi Emas Digital di ICDX

ICDX mencatat lonjakan minat investasi emas digital sepanjang awal 2026, dengan proyeksi volume transaksi mencapai 100 juta ton. Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya popularitas emas digital di kalangan generasi muda yang kini menyumbang lebih dari separuh total transaksi.
ICDX Laporkan Aktivitas Transaksi Emas Digital Meningkat Pesat
Direktur ICDX, Nursalam, menjelaskan fluktuasi harga emas mendorong investor memanfaatkan momentum untuk bertransaksi. Volume perdagangan emas digital sepanjang 2025 mencapai 58 juta ton, naik 25 persen dibandingkan 2024 yang tercatat 46,84 juta ton. Hanya dalam dua bulan pertama 2026, volume transaksi telah menembus 21 juta ton, menunjukkan tren pertumbuhan yang kuat.
Generasi Muda Memanfaatkan Kemudahan Akses Emas Digital
Digitalisasi membuat investasi emas semakin mudah diakses, karena investor tidak perlu memiliki emas fisik dan dapat memulai dengan nominal kecil. Kemudahan ini menarik minat investor pemula dan mendorong generasi muda menjadikan emas digital sebagai instrumen investasi utama. Investor muda kini menguasai lebih dari 50 persen dari total transaksi, menandakan pergeseran demografi di pasar emas digital.
ICDX Catat Kenaikan Aktivitas Perdagangan Multilateral Komoditas
Selain emas digital, ICDX juga mencatat kenaikan aktivitas perdagangan multilateral kontrak berjangka emas dan minyak mentah. Kontrak emas GOLDUDMic mendominasi transaksi dengan 682.310 lot, sedangkan kontrak minyak COFRMic mencapai 51.548 lot dengan harga acuan West Texas Intermediate (WTI). Aktivitas ini memanfaatkan pasar derivatif untuk lindung nilai dan spekulasi, memperkuat likuiditas di bursa komoditas.
Analis Prediksi Harga Emas Naik karena Risiko Geopolitik dan Permintaan Bank Sentral
Analis ICDX, Tiffani Safinia, memproyeksikan harga emas akan bergerak di kisaran US$5.500 hingga US$6.000 per troy ounce pada akhir 2026. Peningkatan harga dipicu oleh risiko geopolitik global dan permintaan struktural dari bank sentral. Meski volatilitas tetap tinggi, prospek investasi emas digital dinilai tetap menjanjikan bagi berbagai segmen investor.
