Harga Emas Melejit 2% Lebih, Diramal Bisa Tembus ke US$5.800/Onz

Harga Emas Dunia Melonjak 2% dan Analis Prediksi Tembus US$5.800 per Ons

Ini 8 Perusahaan RI Punya “Gudang” Emas Terbesar, Siapa Jadi Raja?

Data Inflasi AS yang Lebih Rendah Mendorong Harga Emas Kembali ke Atas US$5.000

Jakarta, Indonesia – Harga emas dunia menutup perdagangan akhir pekan dengan lonjakan signifikan dan kembali menguat di atas level psikologis US$5.000 per troy ons. Kenaikan ini terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan angka yang lebih rendah dari perkiraan pasar sehingga memicu optimisme terhadap peluang penurunan suku bunga.

Berdasarkan data Refinitiv, harga emas di pasar spot ditutup di US$5.033,6 per troy ons pada Jumat, 13 Februari 2026. Harga tersebut melonjak 2,32% dalam sehari. Secara mingguan, emas juga mencatatkan kenaikan 1,53%, mempertegas tren positif sepanjang pekan ini.

Kenaikan tajam ini langsung menghapus tekanan besar yang sempat muncul sehari sebelumnya. Pada Kamis, 12 Februari 2026, harga emas bahkan sempat jatuh 3,13% ke level US$4.919,69 per troy ons dan keluar dari zona US$5.000. Namun, tekanan itu tidak berlangsung lama karena sentimen inflasi segera mengubah arah pasar.

Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat naik 0,2% pada Januari, lebih rendah dari ekspektasi ekonom sebesar 0,3%. Angka tersebut juga berada di bawah realisasi Desember 2025 yang tercatat 0,3%. Data ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa tekanan inflasi mulai mereda.

Pelaku pasar kini memperkirakan total penurunan suku bunga sebesar 63 basis poin sepanjang tahun ini. Mereka juga memproyeksikan pemangkasan pertama terjadi pada Juli mendatang. Harapan pelonggaran kebijakan moneter tersebut mendorong minat terhadap emas karena logam mulia tidak menawarkan imbal hasil dan cenderung menguat saat suku bunga rendah.

Tai Wong, pedagang logam independen, menyatakan bahwa emas dan perak memanfaatkan momentum setelah data inflasi yang moderat meredakan kekhawatiran akibat laporan ketenagakerjaan kuat sebelumnya.

Analis ANZ Naikkan Proyeksi Harga Emas ke US$5.800 per Ons

Di sisi lain, analis ANZ menaikkan proyeksi harga emas kuartal kedua menjadi US$5.800 per troy ons dari sebelumnya US$5.400. Mereka menilai daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.

Sebelumnya, data ketenagakerjaan Amerika Serikat sempat menekan harga emas. Jumlah pekerjaan nonpertanian bertambah 130.000 pada Januari, sementara tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,3%. Selain itu, klaim tunjangan pengangguran awal juga menurun menjadi 227.000 pada pekan yang berakhir 7 Februari.

Kondisi pasar tenaga kerja yang solid sempat memperkuat keyakinan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Namun, data inflasi terbaru menggeser ekspektasi tersebut dan mengembalikan emas ke jalur bullish.

Previous Post Next Post