Harga Buyback Emas Antam Pecah Rekor Baru 6 Kali hingga Selasa (20/1)

Harga Buyback Emas Antam Menembus Rekor Tertinggi Enam Kali Sepanjang Januari 2026

Karyawan memperlihatkan logam mulia Antam di Jakarta, Rabu (10/12/2025)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Antam Menaikkan Harga Buyback Emas hingga Rp2,546 Juta per Gram

Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk. kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026. Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam di Jakarta, harga buyback emas naik Rp1.000 menjadi Rp2.546.000 per gram. Pencapaian ini menandai rekor all time high keenam yang terjadi sepanjang Januari 2026.

Kenaikan harga buyback ini memperkuat tren penguatan emas domestik yang terus berlangsung sejak awal tahun. Buyback emas merupakan transaksi penjualan kembali emas ke Antam, baik dalam bentuk logam mulia, emas batangan, maupun perhiasan. Meski harga buyback umumnya berada di bawah harga jual, selisih harga yang semakin lebar tetap membuka peluang keuntungan bagi investor.

Tren Global Mendorong Penguatan Harga Buyback Emas Antam

Pergerakan harga buyback emas Antam sejalan dengan lonjakan harga emas di pasar global. Penguatan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dunia. Selain itu, kebijakan moneter global turut memberikan sentimen positif terhadap harga logam mulia.

Analis Riset MNC Sekuritas, Raka Junico, menyatakan bahwa harga emas global masih memiliki ruang kenaikan signifikan hingga tahun fiskal 2026. Ia menilai langkah agresif bank sentral dunia dalam mengakumulasi emas serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi pendorong utama tren bullish ini.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot tercatat menguat 1,76% ke level US$4.677,1 per troy ounce pada Senin, 19 Januari 2026, pukul 07.58 WIB. Sementara itu, harga emas berjangka Comex Amerika Serikat kontrak Februari 2026 naik 1,91% ke level US$4.683 per troy ounce.

Kebijakan The Fed Menjaga Prospek Bullish Emas

Raka menjelaskan bahwa ketidakpastian makroekonomi global dan kecenderungan pelemahan dolar AS masih menopang momentum penguatan emas. Pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mengambil sikap yang lebih dovish dalam waktu mendatang.

Ia menambahkan bahwa kemungkinan reaktivasi kebijakan quantitative easing serta pemangkasan suku bunga kumulatif sekitar 75 basis poin oleh The Fed menjadi katalis utama bagi harga emas. Dalam skenario dasar MNC Sekuritas, harga emas global diproyeksikan dapat bergerak hingga US$4.800 per troy ounce pada tahun fiskal 2026, dengan asumsi kondisi global tetap berhati-hati dan pembelian emas oleh bank sentral dunia berlanjut di atas tren normal.

Previous Post Next Post