Harga Emas Bakal Terus Berkilau hingga 2026
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Goldman Sachs Memproyeksikan Harga Emas Terus Menguat hingga 2026

Analis Goldman Sachs Menargetkan Rekor Baru Harga Emas Tahun Depan
JAKARTA — Goldman Sachs Group Inc. memperkirakan tren penguatan harga emas akan berlanjut hingga 2026, seiring kombinasi faktor struktural dan siklikal yang terus menopang permintaan logam mulia tersebut. Proyeksi ini mencerminkan keyakinan bahwa emas masih menjadi aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Analis Goldman Sachs, Daan Struyven dan Samantha Dart, menilai harga emas berpeluang mencetak rekor baru pada tahun depan. Dalam skenario dasar yang mereka susun, harga emas diproyeksikan naik hingga mencapai level US$ 4.900 per troy ons. Proyeksi tersebut mereka sampaikan dalam laporan yang dikutip dari Kitco News pada Minggu, 21 Desember 2025.
Permintaan Bank Sentral dan Kebijakan The Fed Mengangkat Harga Emas
Struyven dan Dart menjelaskan bahwa kinerja komoditas secara umum memang diperkirakan meningkat secara moderat pada 2026. Namun, mereka menekankan bahwa emas menunjukkan fundamental yang jauh lebih kuat dibandingkan komoditas lain. Permintaan bank sentral yang tetap tinggi secara struktural menjadi penopang utama kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, kebijakan moneter Amerika Serikat turut memperkuat prospek emas. Pemotongan suku bunga Federal Reserve mendorong investor untuk kembali melirik emas, terutama melalui instrumen dana yang diperdagangkan di bursa atau ETF. Kondisi ini memicu persaingan antara investor ETF dan bank sentral untuk mendapatkan pasokan emas batangan yang relatif terbatas di pasar global.
Arus Dana ETF dan Tren Suku Bunga Memperkuat Reli
Goldman Sachs mencatat bahwa arus masuk dana ke ETF emas meningkat seiring meredanya tekanan suku bunga tinggi di Amerika Serikat. Penurunan suku bunga membuat biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga daya tarik emas sebagai aset investasi kembali menguat. Situasi ini berbeda dengan pasar minyak mentah yang justru tertekan oleh kekhawatiran kelebihan pasokan global.
Para analis Goldman Sachs menegaskan bahwa kombinasi permintaan bank sentral yang konsisten dan dukungan siklikal dari pelonggaran kebijakan moneter The Fed akan terus mendorong harga emas naik dalam jangka menengah hingga panjang.
Data Inflasi dan Tenaga Kerja AS Menguatkan Sentimen
Pada perdagangan Jumat, 19 Desember 2025, harga emas mencatatkan penguatan mingguan. Penguatan tersebut didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed, setelah data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Harga emas spot tercatat naik 0,15% ke level US$ 4.339,25 per troy ons. Sepanjang pekan, emas menguat sekitar 0,83%. Dalam sebulan terakhir, harga emas melonjak 6,29%, sementara secara year to date sepanjang 2025 telah melesat hingga 65,84%.
