Harga Emas Diselimuti Awan Panas, Kejutan Menanti
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Volatilitas Global Membayangi Arah Harga Emas Pekan Depan

Analis Memetakan Peluang Kenaikan dan Risiko Koreksi Harga Emas
JAKARTA — Harga emas dunia diperkirakan masih memiliki peluang untuk bergerak naik pada pekan depan, meski pasar tetap menghadapi risiko koreksi akibat dinamika global yang terus berubah. Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan emas saat ini berada dalam fase volatil dengan ruang penguatan dan penurunan yang sama-sama terbuka.
Ibrahim menjelaskan bahwa apabila tekanan jual muncul, harga emas dunia berpotensi turun ke area support pertama di level US$ 4.291 per troy ons. Jika tekanan berlanjut, harga masih berpeluang melemah hingga support berikutnya di kisaran US$ 4.256 per troy ons. Meski demikian, ia menilai potensi koreksi tersebut masih bersifat teknikal dan belum mengubah tren utama emas.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Menggerakkan Sentimen Pasar
Di sisi lain, Ibrahim melihat peluang penguatan harga emas tetap terbuka apabila sentimen global kembali memanas. Ia menyebut bahwa pada skenario penguatan, harga emas berpotensi menguji area resistance awal di level US$ 4.378 per troy ons. Penguatan ini terutama didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pelaku pasar saat ini mengantisipasi Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Januari 2026. Harapan tersebut mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai, terutama di tengah ketidakpastian arah kebijakan suku bunga dan prospek ekonomi global.
Distorsi Data Ekonomi AS Menjaga Ketidakpastian
Ibrahim juga menyoroti dampak penutupan pemerintahan Amerika Serikat selama 43 hari yang berpotensi mendistorsi sejumlah data ekonomi penting. Data tenaga kerja, pengangguran, dan inflasi dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi. Situasi ini membuat para ekonom dan pelaku pasar masih berhati-hati dalam menyimpulkan arah kebijakan suku bunga ke depan.
Perbedaan pandangan di kalangan pejabat bank sentral Amerika Serikat terkait waktu dan besaran penurunan suku bunga turut menjaga volatilitas pasar. Kondisi tersebut secara tidak langsung menopang harga emas di level tinggi.
Ketegangan Geopolitik Global Terus Mengangkat Harga Emas
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik global terus memperkuat daya tarik emas. Konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela di kawasan Selat Karibia, termasuk penahanan kapal tanker minyak Venezuela, meningkatkan kekhawatiran pasar. Di Eropa Timur, konflik Rusia dan Ukraina masih berlanjut tanpa titik temu yang jelas.
Ketegangan di Asia Timur juga meningkat seiring bantuan persenjataan Amerika Serikat kepada Taiwan, yang dinilai meningkatkan risiko konflik pada 2026. Sementara itu, di Timur Tengah, rencana Israel untuk melancarkan operasi militer baru terhadap Iran menambah tekanan geopolitik. Ibrahim menilai kombinasi faktor tersebut berpotensi mendorong harga emas menguat hingga ke area US$ 4.415 per troy ons.
