Harga Emas Berpeluang ke US$ 4.500, Ini Strategi yang Disarankan Analis
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Dunia Membuka Peluang Kenaikan hingga US$ 4.500

Analis Menilai Tren Bullish Emas Masih Terjaga
JAKARTA — Harga emas dunia membuka peluang melanjutkan penguatan dengan target jangka pendek di area US$ 4.500 per troy ons. Peluang tersebut muncul seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dan pergerakan dolar Amerika Serikat yang cenderung melemah. Kondisi ini membuat emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Analis Dupoin Futures Indonesia Andy Nugraha menilai pergerakan harga emas saat ini masih berada dalam fase bullish moderat. Ia melihat struktur tren teknikal tetap mengarah ke atas, meski pasar menunjukkan fase konsolidasi dan pergerakan dalam rentang terbatas. Situasi tersebut mencerminkan sikap menunggu pelaku pasar terhadap rilis data ekonomi utama dari Amerika Serikat.
Analis Memetakan Dua Skenario Pergerakan Harga Emas
Andy menjelaskan bahwa pasar emas saat ini bergerak dengan dua skenario utama. Pada skenario positif, tekanan tren bullish berpotensi berlanjut dan mendorong harga emas menguji area US$ 4.500 pada pekan depan. Target tersebut sejalan dengan ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga The Fed yang berpotensi menekan real yield dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Namun, Andy juga menegaskan bahwa investor tetap perlu mewaspadai risiko koreksi. Ia menyebut pembalikan arah berpotensi terjadi apabila harga emas menembus level kunci di US$ 4.100. Jika skenario tersebut terjadi, tekanan jual berpeluang membawa harga emas melemah ke area US$ 4.000 pada pekan berikutnya.
Fundamental Mendukung Daya Tahan Harga Emas
Dari sisi fundamental, Andy menilai dukungan terhadap harga emas masih relatif solid. Prospek pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat dinilai berpotensi melemahkan imbal hasil obligasi riil, sehingga mendorong minat investor global terhadap emas. Selain itu, pergerakan dolar AS yang cenderung bergerak mendatar atau sedikit melemah turut membuka ruang bagi harga emas untuk bertahan di level tinggi.
Andy menambahkan bahwa korelasi negatif antara emas dan dolar AS masih berperan penting dalam menjaga stabilitas harga. Selama dolar tidak menunjukkan penguatan signifikan, emas dinilai tetap memiliki ruang untuk melanjutkan tren positifnya.
Analis Menyarankan Disiplin Manajemen Risiko
Meski peluang penguatan masih terbuka, Andy mengingatkan investor untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko. Ia menilai volatilitas pasar berpotensi meningkat seiring mendekatnya rilis data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter The Fed.
Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental tersebut, Andy menyarankan investor untuk mencermati level kunci pergerakan harga emas sekaligus menyesuaikan strategi transaksi dengan profil risiko masing-masing.
