Reli Harga Emas Bakal Masuki Momentum Baru
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Reli Harga Emas Bersiap Memasuki Momentum Baru di Akhir 2025

Pengamat Memproyeksikan Harga Emas Menembus Rekor Tertinggi Oktober
JAKARTA — Reli harga emas dunia diperkirakan segera memasuki momentum baru seiring penguatan sentimen ekonomi dan geopolitik global. Pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025, harga emas bergerak mendekati rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat pada Oktober di level US$ 4.381 per troy ons. Kondisi ini mendorong ekspektasi lanjutan kenaikan harga dalam waktu dekat.
Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas masih memiliki ruang penguatan hingga mencapai US$ 4.415 per troy ons. Ia menilai tren positif tersebut mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.
Data Perdagangan Menunjukkan Penguatan Harga Emas
Berdasarkan pantauan dari laman Kitco pada Senin pagi, harga emas dunia menguat 0,60 persen ke level US$ 4.363 per troy ons. Pergerakan ini memperkuat sinyal bahwa pasar sedang membangun fondasi untuk menembus level psikologis baru. Selain itu, konsistensi penguatan harga menandakan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek emas dalam jangka pendek.
Ibrahim menjelaskan bahwa reli harga emas didukung kombinasi faktor ekonomi dan geopolitik. Salah satu pendorong utama berasal dari keyakinan pasar terhadap potensi penurunan suku bunga acuan Federal Reserve pada Januari 2026. Ekspektasi tersebut semakin menguat setelah pemerintah Amerika Serikat sempat mengalami penutupan selama 43 hari, yang menghambat pengumpulan sejumlah data ekonomi penting.
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Memperkuat Sentimen Positif
Menurut Ibrahim, para ekonom dan pejabat bank sentral Amerika Serikat masih menunjukkan kehati-hatian dalam menyampaikan arah kebijakan moneter. Meski demikian, pernyataan para gubernur bank sentral lebih banyak mengarah pada peluang penurunan suku bunga dibandingkan mempertahankan kebijakan ketat. Situasi ini menciptakan sentimen positif yang menopang harga emas.
Ketegangan Geopolitik Global Mendorong Permintaan Emas
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik global turut memperkuat reli harga emas. Tekanan Amerika Serikat terhadap Venezuela, perbedaan pandangan Rusia dan Ukraina terkait wilayah konflik, serta rencana serangan militer baru Israel terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran pasar. Di kawasan Asia Timur, dukungan persenjataan Amerika Serikat kepada Taiwan juga memicu risiko ketegangan dengan China.
Ibrahim menilai rangkaian faktor tersebut berpotensi mendorong harga emas dunia menembus level US$ 4.415 per troy ons dalam waktu dekat. Dengan dukungan sentimen yang kuat, pasar memandang emas masih akan tetap menjadi aset pilihan hingga akhir tahun.
