Pergerakan Harga Emas Hari Ini Rabu, 10 Desember 2025 di Pasar Spot

Emas Menguat di Pasar Spot dan Berjangka Jelang Rapat The Fed

Bongkahan emas, salah satu aset safe haven pilihan investor global. / Bloomberg-Akos Stiller

Harga Emas Naik Didukung Data Ketenagakerjaan AS

Pada Rabu (10/12/2025), harga emas menguat di pasar spot dan berjangka, mencerminkan sentimen positif dari laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat. Data Bloomberg mencatat harga emas spot naik 0,025 poin ke level US$4.208,96 per troy ounce pada pukul 10.46 WIB. Sementara itu, kontrak emas berjangka Comex AS untuk Februari 2026 menguat 0,2% ke level US$4.244,6 per troy ounce. Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menyatakan bahwa emas tetap menunjukkan tren bullish setelah rebound dari level terendah US$4.170 menuju US$4.213. Andy menjelaskan bahwa data tenaga kerja yang solid mendukung kenaikan harga, meskipun tidak cukup untuk menahan rencana pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve.

Analisis Teknikal Tunjukkan Momentum Bullish

Andy Nugraha menyoroti pola candlestick dan indikator Moving Average yang memperkuat tren bullish pada harga emas terhadap dolar AS. Momentum kenaikan tetap terjaga karena harga berhasil bertahan di atas area support kuat pada kisaran US$4.170. Jika tekanan beli meningkat pasca-keputusan Fed, Andy memperkirakan emas dapat menembus area resistance berikutnya di US$4.256, membuka peluang kenaikan lebih tinggi. Sebaliknya, jika harga gagal mempertahankan dominasi bullish, emas berpotensi terkoreksi menuju US$4.177 sebelum menemukan dukungan baru.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Memengaruhi Pergerakan Emas

Probabilitas pemangkasan suku bunga oleh Fed meningkat hampir 90% berdasarkan CME FedWatch Tool, mendukung minat investor logam mulia. Mantan Direktur Urusan Moneter The Fed, Bill English, memperingatkan bahwa pemangkasan kali ini mungkin menjadi “hawkish cut”, yaitu penurunan suku bunga dengan sinyal berhati-hati untuk kebijakan mendatang. Kondisi ini menambah dinamika bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Perak Menguat Tembus US$61 Mengiringi Emas

Seiring emas bergerak hati-hati menjelang keputusan Fed, harga perak melaju menembus US$61 per troy ounce. Lonjakan ini didorong oleh pasokan ketat dan spekulasi pelonggaran moneter lebih lanjut. David Wilson dari BNP Paribas menyatakan bahwa momentum kenaikan perak menarik lebih banyak dana spekulatif, memperkuat posisi logam mulia di tengah ketidakpastian pasar global.

Previous Post Next Post